Kementerian PUPR Tingkatkan Jumlah PDAM Berkategori Sehat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) telah mengeluarkan hasil penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada 2018 ini terhadap 374 PDAM dari 391 PDAM yang ada di Indonesia. 

Hasilnya, sebanyak 223 PDAM atau 57 persen berkinerja sehat, 99 PDAM atau 25 persen kurang sehat, 52 PDAM atau 13 persen sakit, dan 17 PDAM sisa atau 5 persen belum dinilai kinerjanya. 

Ketua BPPSPAM, Bambang Sudiatmo mengatakan, perhitungan PDAM sehat pada 2018 ini meningkat dibanding pencapaian tahun-tahun sebelumnya.

"Melalui hasil evaluasi tahun 2016, jumlah PDAM sehat sebanyak 198 PDAM. Naik jadi 219 PDAM pada 2017, dan 2018 sebanyak 223 PDAM," jelas dia di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Bambang menyatakan, penilaian dilakukan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang didasari atas 18 indikator. Penilaian tersebut kemudian terbagi menjadi empat aspek, yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

"PDAM sehat itu mendapat nilai di atas 2,8. Untuk PDAM kurang sehat rentang nilainya antara 2,2-2,8, dan PDAM sakit di bawah 2,2," sebutnya. 

Peningkatan kinerja PDAM juga disebutkannya dapat dilihat dari adanya peningkatan konsumsi air baku oleh masyarakat, yang menandakan kepercayaan masyarakat terhadap air minum dari PDAM terus meningkat.

"Yang tidak kalah penting adalah peningkatan kompetensi SDM dalam pengelolaan air minum," ucap Bambang. 

Ia menargetkan, pada 2019, jumlah PDAM yang berkinerja sehat dapat meningkat sekitar 30-40 PDAM dari jumlah tahun sebelumnya.

"BPPSPAM terus berkomitmen dalam mendorong kinerja PDAM. Salah satunya adalah dengan melaksanakan rencana tindak turun tangan yaitu untuk meningkatkan kinerja PDAM kurang sehat dan sakit menjadi PDAM sehat," tutur dia.